BAGIKAN
Mukhlis S.Dullah, Camat Poso Pesisir, Terbaik 4 Se-Sulawesi Tengah

Poso Pesisir, PMC – Terlahir dengan nama lengkap Muhlis Saing Dullah, Camat Poso Pesisir di Kabupaten Poso ini tergolong tekun dan ulet, setidaknya menurut beberapa orang bawahan dan sejumlah kepala desa di wilayanya.

“Ya, saya cukup lama mengenal beliau, salah satu kelebihan Pak Muhlis bisa merangkul bawahannya tampa ‘memukul’, artinya meski beliau kelihatan tenang, tapi tidak berarti tidak tegas, justru ketenangannyalah yang membuatnya dalam waktu tertentu mengambil sikap tegas”, kata Sekdes Masamba, Hasbullah Ladatji, dalam sebuah perbincangan dengan posomediacenter.com.

Begitulah gaya kepemimpinan Muhlis S.Dullah meniti karirnya dengan sejumlah terobosan dan prestasi. Asal tahu saja, dalam pelaksanaan Rapat Kerja Gubernur, Bupati/Walikota, dan Camat Se-Sulawesi Tengah, Camat Poso Pesisir ini sukses mengantar kecamatan yang dipimpinnya sebagai peringkat 4 dari 175 Kecamatan Se-Sulawesi Tengah. Atas prestasi yang fantastis itu, nama Muhlis pun melambung di dunia maya, mendapat apresiasi dari sejumlah netizen. Mengesankan? Yach, tentu. Bukan apa-apa, sepanjang karirnya Muhlis S. Dullah, baru kali itu mendapatkan penghargaan yang disaksikan langsung oleh 13 Bupati/Walikota, Se-Suawesi Tengah.

“Jadi penghargaannya berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK) oleh Provinsi, sebagai pimpinan Kecamatan tentu saja kami bangga dan bersyukur mendapat penghargaan, selain karena mendapat piagam juga yang paling utama adalah bentuk perhatian dari atasan terhadap kami yang ada di bawah, jadi itu yang membuat kami terharu dan terkesan”, urai Camat Poso Pesisir, Mukhlis Saing Dullah, yang dikonfirmasi posomediacenter belum lama ini melalui ponselnya.

Tak hanya itu, sepanjang meniti karir sebagai Camat Poso pesisir, Muhlis juga tercatat sebagai Camat yang sukses dalam merespon tuntutan pemekaran desa yang menurutnya realistis, salah satunya adalah memekarkan Desa Tokorondo, dengan menghadirkan desa Ueralulu sebagai Desa baru definitip.

Baca Juga :  Lebih Dekat Dengan Sesi Mapeda

“Wah, kalau cerita perjuangannya rada-rada rumit, tapi karena usaha yang tak mengenal lelah, Alhamdulillah desa yang terletak di wilayah perbukitan itu akhirnya bisa berdiri sendiri. Saya mengapresiasi pemerintah desa Tokorondo dan warga lainnya, atas ketulusan melepaskan Dusun Ueralulu”, kata Muhlis, bermaksud memotivasi warga Ueralulu untuk terus berbenah dalam mensejajarkan diri dengan desa lainnya. (DW)

Tinggalkan Komentar