BAGIKAN
WORKSHOP PENANGGULANGAN PEREDADARAN NARKOBA, Posisi Poso Sebagai Wilayah Penghubung Antar Kabupaten di Sulteng, Rawaran Peredaran Narkoba (Foto : Humas)

POSO KOTA, PMC. Bertempat di Ruang Pogombo, Kantor Bupati Poso, Rabu kemarin, 14 Februari 2018, Wakil Bupati Poso, Ir. Samsururi M.Si, membuka secara resmi sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Implementasi Program Nasional tentang Pencegahan dan Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah, Brigjend Pol.Drs.Andjar Dewanto,SH.MBA, Wabup Samsuri menjelaskan tentang Perda Kabupaten Poso, Nomor : 7/2016.

Menurut Wabup Samsuri, untuk mencegah peredaran narkoba di Kabupaten Poso, posisi Kabupaten Poso sebagai daerah penghubung antar kabupaten, juga sangat rawan sebagai daerah distribusi narkoba. Karena itu kata Wabup, seluruh pihak pemerintah baik dari TNI/Polri maupun masyatakat harus bisa bekerjasama dalam mencari solusi pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba di bumi sintuwu maroso. “Mari kita secara bersama-sama terus menerus menjalin koordinasi dalam menghalau peredaran narkoba, khususnya pengawasan terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa demi terwujudnya Kabupaten Poso yang bebas Narkoba” Tegas Wabup, memberi apresiasi atas kunjungan Kepala BNN Sulteng bersama rombongan.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Poso Ir. Max Imannuel.Tungka, M.Si dalam laporannya mengatakan, secara umum Indonesia saat ini berada dalam keadaan darurat Narkoba, hal tersebut bisa dilihat dengan makin maraknya penangkapan para pengedar dan penjual dengan barang bukti narkoba dalam jumlah yang sangat besar. “Hal terpenting adalah bagaimana cara kita semua untuk menghalau peredaran Narkoba agar tidak menjadi semakin luas”, kunci Max Tungka.

Adapun Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah Brigjend. Pol. Drs. Andjar Dewanto, SH., MBA memaparkan, sebagai zat dan bahan berbahaya yang dapat menyebabkan ketergantungan sudah tentu akan merugikan kita semua, sehingga peran serta seluruh pihak terkait dalam memutus mata rantai pergerakan narkoba untuk terus ditingkatkan baik dari tingkat pusat sampai ke daerah melalui program-program yang ada. “Kondisi seperti ini tentu memerlukan penanganan serius, tidak cukup hanya berharap kepada Pemda, tetapi juga harus didukung oleh partisipasi dan peran aktif segenap lapisan masyarakat untuk menjadi pelopor upaya pencegahan, penyalahgunaan serta peredaran narkoba yang saat ini sudah tidak lagi hanya menjadi musuh aparat hukum, tetapi juga telah menjadi musuh masyarakat”, kata Andjar Dewanto.

Baca Juga :  Beras Sejahtera, Bupati Poso Ingatkan Akurasi Data

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto, SH.,S.Ik, Dandim 1307/Poso Letkol Inf. Dodi Triyo Hadi, S.Sos, Wakil Ketua DPRD Kab. Poso Suharto Kandar, SE, Kepala BNN Kabupaten Poso Ir. Max Imannuel Tungka, M.Si, Kajari Kabupaten Poso Hasyim, SH, Rektor Unsimar Poso Kisman Lantang, SE, M.Si, Asisten Setdakab, Ir. H. Isnain T. Karim, MPM.,M.Si, Kaban Kesbang, Drs. Mahmudin Djamal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, beserta sejumah undangan lainnya. (pmc-02)

Tinggalkan Komentar