BAGIKAN
ZULFIKAR DG NUSU (Ketua LMND) Poso

SUDAH 72 tahun Indonesia merdeka, tentu dengan perjuangan yang tidak mudah untuk keluar dari belenggu kolonialisme. Betapa berjasanya para founding father Seperti Soekarno atau yang akrab di sapa Bung Karno, Moh.Hatta dan para pejuang kemerdekaan lainnya

Namun, kita tidak boleh lupa akan pelaku di balik sejarah panjang dalam proses memerdekakan bangsa ini. Peristiwa sumpah pemuda pada 28 oktober 1928 misalnya, terlihat bagaimana peran pemuda dan mahasiswa yang tentunya punya andil besar dalam cita-cita memerdekakan bangsa ini dengan menyatakan persatuan lewat sumpah pemuda,  tentu peran pemuda dan mahasiswa tidak hanya sampai disitu menunjukan perannya sebagai agent of change dan social control, bahkan bergantinya rezim orde lama ke orde baru lagi-lagi tidak lepas dari gerakan mahasiswa, lewat angkatan 65 misalnya seperti Soe Hok Gie dengan kritikan-kritikan lewat tulisannya, hingga era reformasi yang puncaknya pada tahun 1998 yang di pelopori oleh gerakan mahasiswa atas kekecewaan terhadap rezim otoriter orde baru yang mengharuskan Soeharto harus turun dari jabatannya sebagai presiden.

Jika menilik sejarah kebelakang, gerak perubahan arah kebijakan ekonomi maupun politik,gerakan mahasiswa tentulah berperan besar terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di negara ini, setiap masa memiliki perannya masing-masing dan tentunya menunjukan peran penting sebagai agen perubahan terhadap lingkungan sosial.

Namun, di tengah-tengah situasi negara yg semakin modern, dengan segala kemajuan teknologi global, segala hal seakan serba instan, kita seakan terbawa arus yang meninabobokkan bangsa ini, perilaku,konsumerisme individualisme, hedonisme, dan sikap apatis sudah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia saat ini, bahkan hal ini seakan menjadi racun di kalangan akademisi terlebih mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di masyarakat.

Baca Juga :  Makna Filosofi Tanah Bagi Orang Poso

Kini kepeloporan gerakan-gerakan mahasiswa sudah sulit terlihat di tengah situasi carut-marutnya persoalan bangsa atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan tujuan hakikih dari amanat Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Mahasiswa kini lebih senang ke mall, cafe, ngerumpi, maen gadged, ketimbang membangun kreativitas, terjun dalam organisasi , baca buku dan sensitif terhadap lingkungan sosialnya, kini mahasiswa mulai kehilangan perannya, tidak lagi peduli akan lingkungan sosial, lebih mengedepankan individualisme dan semakin apatis akan situasi sosial masyarakat di sekelilingnya. Penulis adalah Ketua Liga Mahasiswa Nasional Indonesia (LMND)

 

Tinggalkan Komentar