BAGIKAN
RAHASIA METASO, Penggerak GPST dari Mangkutana, Telah Berpulang Dalam Usia 78 di Desa Singkona, Kecamatan Pamona Tenggara (Dokumen : Keluarga)

PAMONA TENGGARA, PMC. Kabar duka itu datang dari Desa Singkona, Kecamatan Pamona Tenggara. Sabtu, 20 Januari 2018, seorang pejuang Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST) bernama lengkap Rahasia Metaso, meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang dideritanya, dalam usia 78 tahun.

Menurut putera Almarhum, Jusnain Metaso, sosok Almarhum adalah salah satu putera kelahiran Mangkutana – Sulawesi selatan yang tergabung dalam barisan perjuangan GPST tempo dulu. Dia dikenal sebagai ajudan Herman Parimo, yang rela berjalan kaki dari Mangkutana ke Tana Poso, demi tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya.

Kini R.Metaso memang telah tiada, namun sejumlah keluarganya masih diperhadapkan dengan pergumulan “Sebagai anak keturunan Beliau, terkadang saya memiliki rasa bangga bercampur sedih, apalah artinya sebuah riwayat hidup yang dibacakan tanpa tindakan yang menyentuh dari pemerintah setempat”, kata Jusnain Metaso, kepada posomediacenter.com via massanger.

RAHASIA METASO, Semasa Hidupnya

Diketahui, R.Metaso dikebumikan 5 hari berikutnya setelah hari meninggalnya, tepatnya pada hari kamis, 25 Januari 2018 lalu di Desa Singkona. Informasi yang dihimpun di berbagai literatur menyebutkan, Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST) yang diketuai oleh Asa Bungkundapu itu, pertama kali dicetuskan pada 5 Desember 1957 di sebuah tempat bernama Ompo, yang merupakan konsentrasi pasukan di kawasan Pamona Timur untuk melakukan perlawanan menghadapi pasukan Permesta. Selanjutnya, pasukan kemudian bergeser ke Koroncia, Kecamatan Mangkutana untuk mengikuti latihan kemiliteran.

Adapun tujuan utama GPST adalah Pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai daerah otonomi baru, terpisah dari Sulawesi Utara. (pmc-05)

 

Tinggalkan Komentar