BAGIKAN
RELAWAN RPPA- MOSINTUWU : Jangan Takut Melapor (Foto : Institut Mosintuwu)

 PAMONA PUSELEMBA, PMC. Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak belakangan ini, mendapat perhatian serius dari sejumlah organisasi non pemerintah, salah satunya adalah Intitut Mosintuwu, Poso. Melalui Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), Institus Mosintuwu meminta masyarakat tidak takut untuk melaporkan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

“Banyak sekali kasus kekerasan seksual menimpa anak-anak di Poso, misalnya, tahun Tahun 2008, 13 anak di Desa Sawidago Kecamatan Pamona Puselemba mengalami kekerasan seksual selama hampir 1 tahun oleh seorang pedagang roti, sekarang 11 anak Panti Asuhan Ummu Rabiah mengalami kekerasan seksual” kata Koordinator Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), Evi Tampakatu.

Dia menambahkan, sejumlah kasus kekerasan seksual yang terjadi selama ini disebabkan oleh kurangnya dukungan dari masyarakat dan keluarga korban. Bahkan beberapa keluarga korban kata Evi, merasa malu karena kekerasan seksual dianggap sebagai aib bagi keluarga yang bersangkutan. “Jadi memang banyak kasus kekerasan seksual tidak dilaporan ke pihak kepolisian. Bahkan untuk penanganan kasus kekerasan seksual malah memunculkan masalah trauma. Sementara trauma dan perkembangan psikologi anak korban kekerasan seksual tidak menjadi hal yang penting untuk ditangani,” tambah Evi.

Menurut Evi, untuk menyikapi fenomena tersebut, tim RPPA Mosintuwu kini mendorong masyarakat terutama anak-anak dan perempuan berani melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialaminya. “Saat ini RPPA telah tersebar di desa-desa untuk siaga merespon cepat pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan”, ujar Evi.

Untuk merespon situasi yang memprihatinkan tersebut, RPPA Mosintuwu juga sedang mengembangkan kerjasama dengan pihak kepolisian, P2TP2A dan Dinas Sosial Poso dalam mendapatkan penanganan cepat atas kasus kekerasan yang dihadapinya.

Data yang ada di RPPA saat ini menyebutkan, selain kasus kekerasan seksual dengan pelaku orang dekat, tercatat beberapa kasus Incest atau perkosaan yang pelakunya adalah orang yang memiliki hubungan darah dengan korban. Tahun 2016 lalu, terdapat dua kasus terjadi di desa Pantangolemba, kecamatan Poso Pesisir selatan, dengan pelaku adalah ayah kandung. Kasus serupa juga terjadi lain di kecamatan Pamona Barat yang pelakunya adalah saudara kandung korban, ditambah dengan kasus perkosaan terhadap balita oleh pamannya yang terjadi di kecamatan Pamona Timur. (pmc-02)

Baca Juga :  Darmin ‘Bakar’ Semangat Kader Golkar Tampo Bada

 

Tinggalkan Komentar