BAGIKAN
DIALOG ILMIAH DI KAMPUS UNKRIT, Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dan Universitas Kristen Tentena, Sepakat Melakukan Pengembangan Pariwisata Poso (Foto : humas)

PAMONA PUSELEMBA, PMC. Rencana Penataan Sungai dan Danau Poso di Kota Wisata Tentena, akhirnya menjadi topik pembicaraan menarik bagi kalangan akademisi. Jumat kemarin, 16 Maret 2018, Universitas Kristen Tentena (Unkrit), menghadirkan Wakil Bupati Poso, Ir.Samsuri,M.Si, selaku keynote speaker di hadapan Civitas Akademika Unkrit.

Menurut Rektor Unkrit Ammosius Meringgi, SP.M.Si, kehadiran Wakil Bupati Poso dalam dialog ilmiah yang berlangsung kemarin di kampusnya, merupakan tahap awal dalam mengkaji secara ilmiah prospek pengembangan pariwisata di kabupaten Poso. “Jadi ini baru tahap awal, kita diskusi pengantar dulu sambil menyiapkan data pendukung termasuk tim yang akan melakukan secara ilmiah pengembangan pariwisata di Kabupaten Poso”, ujar Amos yang dikonfirmasi posomediacenter.com via telepon.

Hal senada ditekankan oleh Pdt.O. Lagarinda,M.Teol, menurut ketua YPTK itu, posisi ideal Tentena sebagai kota kedua di kabupaten Poso, memiliki potensi pariwisata yang mempesona, karena itu perlu pengembangan secara maksimal melalui ketercukupun sarana dan prasarana pendukung. “Unkrit akan berpartisipasi dalam mendukung program Pemda, khususnya terkait dengan pembangunan berbagai bidang di wilayah Tentena”, tekan Lagarinda dalam sambutannya, mengawali dialog ilmiah yang mengambil tempat di aula rektorat Unkrit tersebut.

Dia menambahkan, dengan terbukanya jalur transportasi secara memadai saat ini, praktis jalur pariwisata antar daerah pun akan terbuka, sehingga menjadi peluang besar bagi kabupaten Poso. “Di sinilah posisi strategis Tentena akan menemukan ruang yang baik dengan bertemunya pengunjung dari berbagai daerah sambil menikmati objek wisata yang ada”, tambah Lagarinda.

Sementara itu, Wakil Bupati Poso, Ir.Samsuri,M.Si, dalam pemaparannya didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Drs.Joseph Magido menguraikan, kebijakan Pemda mengenai Pariwisata selama ini cukup terbuka, sehingga dengan informasi yang memadai masyarakat bisa memberi dukungan secara signifikan. “Danau Poso yang terletak sekitar 600 meter dpl menghadirkan kondisi cuaca yang sejuk, ditunjang dengan panorama alam yang ada disekitarnya. Karena itu kita harus menjaganya agar tetap lestari dan dapat dinikmati sampai kapanpun, termasuk bagaimana potensi itu bisa mendukung peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Karena itu perlu ditata, dibenahi, agar bisa dinikmati secara maksimal tanpa menfikan aspek kelestariannya”, urai Wabup Samsuri.

Baca Juga :  Senja di Pantai Tegal Rejo

Wabup menambahkan, selain pembenahan sarana dan prasarana, sumber daya manusia sebagai pelaku pariwisata juga harus ditingkatkan agar bisa bekerja lebih profesional dan memiliki daya saing. Karena dengan penataan infrastrukur ke depan, diharapkan akan membuka lapangan kerja baru, serta terbukanya ruang ekonomi baru.

Mengenai rencana pengerukan danau sebagaimana yang banyak disoroti oleh sejumlah pemerhati lingkungan, Samsuri menjelaskan, pengerukan dimaksudkan untuk membersihkan sedimen yang terus menerus menumpuk, jika dibiarkan akan menjadi bumerang bagi kehidupan masyarakat di masa datang dan tidak menutup kemungkinan, Danau Poso akan berkurang debit airnya yang mengalir ke sungai Poso karena tertutup lumpur”, jelas Wabup.

Selain Kadis Pariwisata, rektor Unkkrit bersama jajaran civitas akademika lainnya, dialog yang dimoderatori oleh Irsan B.Tandowala, S.Pd, itu dihadiri pula oleh Camat Pamona Puselemba, Danramil dan Kapolsek Pamona Puselemba, Sekretaris Perhubungan, Sekretaris Bapelitbangda, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya, antusias dalam mengikuti dialog sampai selesai. (pmc-01)

Tinggalkan Komentar