BAGIKAN
KADIS PENDIDIKAN MENERIMA KURATOR DIRJEN KEBUDAYAAN DI RUANG KERJANYA : Bersinergi Membumikan Kebudayaan Melalui Program 'Indonesiana'

POSO KOTA, PMC. Ada banyak cara untuk menarik wisatawan ke sebuah daerah, salah satunya adalah melalui festival kebudayaan. Dan rupanya memang, strategi melalui pendekatan kebudayaan ini mulai dilirik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.

Jumat, 16 Maret 2018 lalu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso, menerima kurator Direktorat Jenderal Kebudayaan, Heru Hikayat, terkait dengan sebuah agenda besar kebudayaan Indonesia melalui program Indonesiana.

Menurut Heru, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kini sedang berupaya untuk memajukan kebudayaan secara berkesinambungan, dengan mengacu pada UU No.5 Tahun 2017, pasal 43 dan 44, yang menyebutkan bahwa dalam pemajuan kebudayaan, pemerintah pusat dan daerah bertugas menghidupkan dan menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan. Karena itu kata Heru, diperlukan kerjasama antara pusat dan daerah dalam mengimplementasikan regulasi tersebut. “Jadi titik temunya ada di situ, sehingga digagaslah program Indonesiana, dengan memilih beberapa daerah yang bisa diajak berkomitmen dalam kurun waktu tiga tahun”, jelas Heru.

Dia menambahkan tujuan besar program ‘Indonesiana’ adalah memberikan akses kepada para seniman lokal untuk mendapatkan dukungan dari pusat, termasuk penguatan kapasitas bagi seniman lokal , dengan adanya pembinaan terhadap seniman lokal, diharapkan eksosistem kebudayaan nusantara bisa terpelihara secara berkesinambungan. “Coba kita bayangkan festival kebudayaan Indonesia dilaksanakan oleh negara lain, pengunjungnya sebagian dari kita juga dari Indonesia, mengapa bukan kita yang laksanakan, terus mendatangkan pengunjung dari luar negeri, jadi selain memenuhi aspek pelestarian budaya, angka kunjungan wisatawan juga meningkat”, kata Heru, berjanji akan merekomendasikan Poso, salah satu dari 4 daerah di Sulawesi Tengah yang akan dimasukkan sebagai pelaksana program Indonesiana, yakni Kota Palu, Sigi, Parimout, dan Poso.

Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Poso, Dr.Jhon Yus Madoli, usai menerima utusan dirjen kebudayaan menegaskan, pihaknya siap untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam program Indonesiaku. “Kalau soal komitmen ya, karena bagi kami ada atau tidak ada program Indonesiana, agenda kebudayaan kita di Poso tetap jalan, ini penegasan dari Pak Bupati, terus kalau soal kesiapan tentu jawabannya ya, karena memang untuk memajukan budaya diperlukan dukungan dari pemerintah pusat, apalagi kita di Poso juga sedang fokus pada pengembangan pariwisata, dua bidang ini kan saling terkait, jadi kami pasti siaplah”, tegas Yus Madoli kepada posomediacenter.com.

Baca Juga :  Ketika CNN Meliput Ke Tampo Lore

Yus Madoli menambahkan, untuk menyukseskan program Indonesiana di Poso, pihaknya akan melakukan rapat internal, untuk membentuk tim perumus guna memastikan berbagai jenis seni budaya yang akan disiapkan. “Kan hasil pertemuan dengan kurator nasional yang diutus oleh dirjen kebudayaan membutuhkan kurator lokal yang bertugas untuk mengelola ide yang muncul dari masyarakat, kalau pengamatan sekilas, soal jenis musik bagi kiat di Poso cukup banyak selain musik bambu yang sudah menasional, juga ada geso-geso, dll, selanjutnya tentu kami akan membackup secara person dengan memaksimalkan tenaga yang ada di internal sesuai bidang tersebut. Prinsipnya kami lega, senang, bangga, dan berusaha semaksimal mungkin”, jelas Yus Madoli.

Diketahui, kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belakangan ini sedang membidik 10 daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengisi rangkaian Festival Indonesia 2018. Sementera hasil komunikasi utusan dirjen dengan dinas pendidikan dan kebudayaan Poso, diketahui pelaksanaan Festival Indonesia melalui program ‘Indonesiana’ diperkirakan akan berlangsung antara bulan juli sampai desember 2018 mendatang. (pmc-01)

Tinggalkan Komentar