BAGIKAN
EVAKUASI KORBAN, Sejumlah korban ditemukan meninggal dunia sedang dievakuasi di Rumah Sakit terdekat.

KOTA PALU, PMC. Gempa tektonik 7’7 Skala Reichter (SR) yang menimpa Kabupaten Donggala dan Kota Palu, kemarin sore, Jumat, 28 September 2018 sekitar pukul 18.05 itu, mengakibatkan sedikitnya 48 orang meninggal dunia, 156 luka berat dan ringan, serta puluhan bangunan rubuh.

Diketahui pula jaringan komunikasi via telepon seluler di kota Palu belum normal sebagaimana biasanya, hal ini diperparah dengan jaringan listrik sejak semalam dilaporkan padam total, sehingga secara umum membuat perangkat elektronik yang ada tidak bisa berfungsi secara maksimal.

BNPB mencatat, sampai siang ini telah terjadi gempa susulan berskala kecil sebanyak 99 kali yang getarannya dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Mamuju, Gorontalo, Luwu, Tana Toraja dan Poso.
Dari Parigi dilaporkan, jalur transportasi kebun kopi yang menghubungkan Toboli – Tawaeli saat ini belum bisa dilewati kendaraan roda dua, sementara Bandar Udara Mutiara Sis Aldjufri Kota Palu mengalami kerusakan yang cukup parah, selain gedung bandara terbelah, menara kontrol juga tidak berfungsi sejak kemarin sore, sehingga jalur penerbangan menuju Palu sampai hari ini dinyatakan ditutup untuk pesawat reguler, kecuali pesawat hercules milik TNI AU.

BUPATI POSO, Darmin A.Sigilipu mengunjungi pasien di RSUD Poso

Pantauan posomediacenter.com, sejak semalam warga sempat panik setelah merasakan getaran beberapa kali sehingga mereka berhamburan ke luar rumah, yang lebih memprihatinkan, para pasien di RSUD Poso, sempat keluar dari kamar pasien dipandu oleh keluarga masing-masing menuju tenda darurat yang telah disiapkan oleh BPBD Poso, Dinsos Poso, TNI dan Polri. Sampai berita ini diturunkan, sejumlah tenda masih terpasang di halaman parkir RSUD mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan. “Mereka semua trauma pak, keluarga saja ketakutan apalagi pasien”, kata salah seorang keluarga korban.

Baca Juga :  Setelah Taman Mandiri, Giliran Bundaran Smaker Dibenahi

Siang ini, sejumlah relawan dari berbagai komunitas di Poso sedang bersiap menuju Kota Palu untuk menyalurkan bantuan logistik, termasuk membantu proses evakuasi antara lain, Tagana Poso, Posko Kemanusiaan LSM, dan sejumlah komunitas lainnya. PMC-01

Tinggalkan Komentar