BAGIKAN
RELAWAN POSO UNTUK PALU-DONGGALA, Selain Menyalurkan Bantuan Sembako, Kini Mulai Fokus Pada Sanitasi Pengungsi

PALU, PMC. Jumlah korban meninggal dunia, hingga hari minggu, 30 September 2018, tercatat 1.203 Orang. Data tersebut dikeluarkan oleh Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah tadi malam, sebagaimana telah dilansir oleh berbagai media.

Laporan Relawan Poso untuk Gempa Palu-Donggala, menyebutkan, hingga saat ini ribuan pengungsi yang tersebar di 130 titik membutuhkan kebutuhan dasar seperti, sembako, makanan bayi, perlengkapan perempuan, sanitasi seperti ember, kantong sampah, sabun mandi, sabun cuci, kebutuhan air bersih, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kebutuhan BBM untuk mobilisasi bantuan dari berbagai pihak. “Kami sedang mengusahakan kebutuhan urgen tersebut dengan cara terus memastikan penggalangan dana, termasuk mulai menggandeng beberapa mitra yang peduli dengan gempa”, kata Koordinator Relawan Poso Untuk Gempa Sulteng yang bermarkas di Kelurahan Lombugia, Kota Poso.

Untuk efektifitas distribusi bantuan agar tepat sasaran, Relawan Poso Untuk Palu-Donggala, sejak beberapa hari lalu telah menurunkan tim lapangan yang bertugas antara lain, pendataan korban dan pengungsi, khususnya asal Kabupaten Poso, melaporkan situasi terkini, memback up tugas Posko induk yang bermarkas di sekretariat ED Walhi Sulteng, Jl.Kihajar Dewantara, Kota Palu.

Diketahui, jumlah pengungsi yang tercatat mencapai 7 Ribu orang tersebar di 130 titik, belum termasuk warga yang memilih tinggal di sekitar rumahnya secara berkelompok, dan juga membutuhkan bantuan mendesak.

Dari Kota Poso dilaporkan, hari ini senin, 1 Oktober 2018, antrian panjang kendaraan di sejumlah pompa bensin mencapai 1 km, menyusul bertambahnya volume kendaraan yang melintasi Kota Poso, baik dari arah Palu maupun dari beberapa kota lain menuju kota Palu. PMC-01.

Tinggalkan Komentar