BAGIKAN
GERAKAN PEDULI KORBAN. Sejumlah ASN nampak membagikan makanan kepada penumpang yang melintas di kota Poso (Foto : Kiriman Angko Rumpadjanji)

POSO, PMC. Boleh jadi, inilah fenomena kemanusiaan yang jarang kita jumpai selama ini. Bayangkan saja, di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, belum lagi getaran kecil yang masih menghantui sampai saat ini, sejumlah warga dari berbagai komunitas larut dalam suasana kebersamaan yang menggetarkan jiwa. Tengok saja antusias warga kelurahan Kayamanya tadi malam, sejumlah warga secara spontan membuka dapur umum yang diperuntukkan bagi pengguna kendaraan yang melintas di Jalan Pulau Sabang, Poso kota.

Hal serupa juga diperlihatkan oleh warga Tentena, kecamatan Pamona puselemba. Dilaporkan, terminal kecil Tentena yang terletak di pertigaan jalan poros Poso-Makassar itu, menyediakan makanan dan minuman secara gratis. Ya, mengharukan sekaligus menggugah naluri kemanusiaan memang, “Dulu waktu Poso mengalami tragedi kemanusiaan, bantuan kemanusiaan dikendalikan di Palu, sekarang Palu mengalami musibah, jadi torang di Poso harus mengambil peran strategis untuk membantu saudara kita di sana”, tulis salah seorang netizen melalui aqunnya.

POSKO TANGGAP BENCANA, Kesibukan Relawan KAMMI menggalang dan menerima sumbangan warga

Hal senada disampaikan oleh Asrul, warga kota Poso yang selama ini bekerja sebagai penjual nasi kuning di pasar baru Poso, mengaku telah menyiapkan sebagian barang dagangannya untuk disalurkan kepada posko layanan makanan dan minuman terdekat. “Ya kami setiap hanya menyisihkan 25 bungkus perhari, selebihnya tetap kami jual untuk umum Mas, jadi selain mencari rezki untuk keluarga, kami sisihkan sebagian bagi saudara kita yang sedang dalam perjalanan jauh”, ujar Asrul kepada media online posomediacenter.com pagi tadi di pasar baru Poso.

Diketahui, Pemda Poso sampai saat ini juga masih mengorganisir sejumlah bantuan langsung terhadap kendaraan yang melintas. Di tugu selamat datang kelurahan Kawua, sejumlah ASN selain menyiapkan makanan dan minuman gratis, juga melayani layanan kesehatan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), di depan kantor BNN, Jl.Pulau Kalimantan, para pegawai BNN membagi air mineral kepada pengguna kendaraan yang melintas.
Tak hanya itu, sejumlah jasa angkutan pun membebaskan penumpang dari biaya Palu-Poso. Sebutlah misalnya, Medi Suka Laksana (MSL). Jasa angkutan dengan jumlah unit armada tergolong banyak ini, sejak beberapa hari melayani penumpang secara gratis dari Palu ke Poso, termasuk menyiapkan makamanan dan minuman. Ini belum termasuk distribusi penggalangan bantuan yang dilakukan sampai hari ini oleh berbagai elemen masyarakat antara lain, Ormas Keagamaan, Organisasi Mahasiswa, Organisasi Pelakar, LSM, Pihak swasta, dan beberapa individu lainnya yang secara langsung menyalurkan bantuannya kepada korban di Palu, Sigi, dan Donggala.

POSKO PERSINGGAHAN, di Tugu Selamat Datang Kota Poso

Begitulah fenomena terkini di kabupaten Poso, beberapa titik strategis telah menjadi ‘Panggung Peduli Kemanusiaan’, nyaris semua energi warga terfokus untuk membantu korban bersama keluarganya pasca gempa tektonik mengguncang kota Palu dan Donggala. Atas fenomena ini, kita pun boleh berbangga setidaknya memastikan bahwa, daerah yang dikenal dengan bumi Sintuwu Maroso ini, kembali menjadi pelopor kebersamaan sesama anak negeri, berharap bisa menguatkan hati warga kota Palu untuk kembali bangkit, merespon situasi darurat yang masih menyelimuti. “Palu itu kuat Bale, Maroso”. pmc-01.

Tinggalkan Komentar