BAGIKAN
JALAN SEHAT, Mengawali Kegiatan Reuni Akbar Orang Lombugia, 2018

POSO KOTA UTARA – PMC. Tiupan angin dari arah perbukitan bukit bambu pagi itu berhembus perlahan, seakan menyapa rerumputan yang masih sedang bergelantungan di rerumputan Lombugia, satu persatu warga berpakaian hitam putih pun berdatangan, saling menyapa antara satu dengan lainnya, seraya menanti kehadiran orang nomor satu di kabupaten Poso.
Sejurus kemudian, kendaraan bernomor polisi DN 1 E tiba di arena tepat pukul 06.00, Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu turun dari kendaraan dinas tersebut, menyambut warga dengan salam kekinian “Selamat pagi,..!”, ratusan warga yang berkumpul pun menjawab spontan, “Pagi, pagi, pagi, maroso,…!”.
Begitulah kegiatan jalan sehat yang berlangsung di kelurahan Lombugia, Sabtu, 24 November 2018, mengawali kegiatan Reuni Akbar Orang Lombugia 2018, selain dimaksudkan sebagai sarana untuk memupuk kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah daerah, juga diharapkan menjadi momentum melepas rindu sesama orang Lombugia yang selama ini saling terpaut jarak secara geografis. Asal tahu saja, reuni yang pertama kalinya dilaksanakan ini, diikuti oleh sedikitnya 500-an orang Lombugia baik yang kini berdomisili di kelurahan Lombugia maupun yang telah tersebar di kota-kota lain seantero negeri.
“Lombugia yang sebelumnya bernama kampung Lage ini memang menyimpan banyak kenangan, sudah begitu, kita pun saat ini diperhadapkan dengan tantangan. Reuni ini selain menjadi momentum silaturrahim, juga diharapkan menemukan titik temu antar semua pihak untuk bangkit menuju Lombugia sebagai kampung harapan”, kata Mantan kepala kelurahan Lombugia, Gustaf Tadjongga.
Hal senada diungkapkan oleh Ir.Murniati Putosi,M.Si, Menurut Kadis Lingkungan Hidup kabupaten Poso ini, Reuni Akbar Orang Lombugia, memiliki nilai strategis dalam membuktikan bahwa kondisi keamanan Poso saat ini telah pulih sepenuhnya, sehingga semua pihak harus bersatu pada untuk bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam hal menjadikan kota Poso sebagai kota Adipura.
“Lombugia harus berkonstribusi dalam mewujudkan kota Poso sebagai kota Adipura, dan Pemda harus memberi perhatian khusus Lombugia, khususnya terkait dengan kondisi obyektifnya, di mana masih banyak warga yang belum pulang, sehingga lokasi pemukiman pun tampak tak terurus. Tapi masyarakat juga harus memiliki komitmen untuk membersihkan lingkungan seiring dengan program pemerintah dalam bentuk jumpa berlian (jumat pagi bersih lingkungan)”, ungkap Murni, dalam sesi dialog yang dihadiri oleh Bupati Poso, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Dan gayung pun bersambut, Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu, memberi apresiasi atas yang tinggi atas kinerja panitia dalam menggelar kegiatan reuni, sehingga semua pihak bisa bercerita apa adanya dalam nuansa kebersamaan yang kental. “Ini sangat mengharukan. Bagi saya ini kegiatan luar biasa, yang paling penting semangatnya dulu, silaturrahim seraya melepas rindu sebagaimana tema kegiatan torang samua basudara. Kalau kita sudah sehati semua, kita pasti bisa bangkit untuk mewujudkan Poso lebih baik”, jelas Darmin, seraya memaparkan program perioritasnya.

Baca Juga :  Perayaan 70 Tahun GKST : Mengenang 125 Tahun Injil di Poso

“Kita mulai dari kota Poso, mengapa ? karena inilah cermin kabupaten Poso secara keseluruhan, semua pihak terfokus ke sini, jadi ayo kita berbenah dan selangkah lagi Poso kota adipura bisa kita capai dukungan kita semua. Soal Lombugia, silahkan bicarakan lebih lanjut secara mendetail melalui lurah didampingi camat, selanjutnya kita bergerak bersama bersinergi untuk kepentingan bersama”, ungkap Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu.
Terpisah, Wakil Bupati Poso, Ir.Samsuri,M.Si yang berkesempatan hadir pada malam harinya, mengaku sangat terkesan

DIALOG Dari Kampung Kenangan Menuju Kampung Harapan
dengan Lombugia. “Saya memang bukan orang Lombugia, tapi memiliki kenangan tersendiri waktu kecil, sering mutar-mutar bermain di belakang rumah sana, saya sering mandi di sana”, kenang Wabup, seraya menunjuk lokasi eks rumah nenek kunci di RT 2.
Begitulah rangkaian kegiatan “Reuni Akbar Orang Lombugia 2018”, sempat menyita perhatian publik. Bukan apa-apa, selain pertama kalinya dilaksanakan, kelurahan pertama yang melaksanakan, reuni yang dihidari oleh 500-an orang ini juga dilaksanakan pada momentum yang tepat. Asal tahu saja, momentum ini juga sekaligus bertepatan dengan tahun 20 tragedi kemanusiaan 1998 yang pernah menimpa kabupaten Poso, sekaligus bertepatan dengan momentum 100 tahun Lombugia yang saat itu masih bernama kampung Lage. “Ide untuk menggelar kegiatan ini ini memang telah bergulir sejak tahun 2017 lalu, tapi kita juga berharap reunian sekaligus memperingati 100 tahun Lombugia, karena itu momentum menjadi salah satu penekanan panitia, Ahamdulillah, selain terwujudnya harmonisasi secara kongkrit dan nyata sebagaimana yang diharapkan, momentum sosial historisnya juga dapat”, kata wakil ketua panitia, Darwis Waru dalam pemaparan selayang pandang Lombugia.
Menariknya, tak ada cerita kelam masa lalu pasca tragedi kemanusiaan dari peserta reuni. Sebaliknya, cerita tentang masa kecil, remaja, dewasa sekitar 30 tahun lalu malah menguat. “Ini depe poin penting, berarti torang semua so selesai urusan 1998, bagaimana pun yang paling berkesan saat ini adalah kenangan saat bersama, bergembira, berkreasi dalam nuansa kekerabatan dan keberagaman”, ungkap salah seorang peserta reuni dari kota Palu.
Kini, para reunian memang telah kembali ke kampung masing-masing seraya menekuni rutinitas pekerjaan mereka, namun perbincangan tentang reuni masih juga bergulir di media sosial. Dari sejumlah topik yang didiskusikan, secara umum para netizen mempertanyakan, kapan lagi reuni orang Lombugia dilaksanakan?, menegaskan rasa haru yang begitu mendalam pada reuni yang baru saja berlalu. Sampai jumpa pada reuni berikutnya, Maroso !. (PMC-03)

Tinggalkan Komentar